Hari Ini dalam「Indonesia Lottery Official Website」 Sejarah: Kim Jong Un Diberi Gelar Tertinggi dalam Militer Korea Utara

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Indonesia online casino

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Kecelakaan Pesawat Menewaskan Anak Presiden AS

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Gempa dan Tsunami Pangandaran, 668 Tewas

SIndonesia Lottery Official Websiteemua Indonesia Lottery Official Websiteini didapatkan Kom Jong Un pada usianya yang terbilang masiIndonesia Lottery Official Websiteh muda, 29 tahun.

Di Korea Utara, militer tidak hanya memainkan peran utama dalam kehidupan politik negara, tetapi juga dalam pengambilan keputusan di bidang ekonomi.

Keputusan itu dibuat bersama oleh Komite Pusat dan Komisi Militer Pusat Partai Buruh Korea, Komisi Pertahanan Nasional DPRK (Republik Rakyat Demokratik Korea) dan Presidium Majelis Rakyat Tertinggi DPR Korut.

Pada hari itu, Kim Jong Un resmi menjadi pemimpin tertinggi untuk 1,2 juta tentara Korea Utara.

Mengutip DW, 18 Juli 2012, sebelumnya Kim Jong-un memecat kepala militer  Ri Yong-ho dengan alasan kesehatan dan mempromosikan seorang jenderal yang kurang dikenal, Hyon Yong Choi, menjadi wakil marsekal.

KOMPAS.com - Hari ini 9 tahun lalu, tepatnya 18 Juli 2012, Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, diberi gelar tertinggi dalam dunia militer dengan pangkat marsekal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Gelar ini menjadikan Jong-un sebagai orang dengan kekuatan tertinggi di Korea Utara, baik dalam pemerintahan maupun militer.

"Sebuah keputusan telah dibuat untuk memberikan gelar Marsekal DPRK (Republik Rakyat Demokratik Korea) kepada Kim Jong-un, panglima tertinggi Tentara Rakyat Korea," demikian pernyataan agensi berita Pemerintah Korea Utara, KCNA, dilansir dari BBC, 18 Juli 2012.

Gelar ini melengkapi kendalinya atas Korea Utara. 

"Dengan Hyon dianugerahi gelar wakil marsekal, Jong-Un tampaknya membutuhkan pangkat militer baru yang lebih tinggi sebagai panglima tertinggi militer," kata Cheong Seong Chang, analis dari Sejong Institute, Korea Selatan.